Jakarta, 29 September 2026 –
Maarten Vincent Paes menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian dalam perjalanan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut lahir di Nijmegen, Belanda, pada 14 Mei 1998 dan kini memperkuat Ajax Amsterdam. Perjalanan Paes bersama Indonesia dimulai setelah proses naturalisasinya selesai pada April 2024 dan FIFA menyetujui perpindahan asosiasinya pada Agustus tahun yang sama. Sejak itu, ia menjadi salah satu pilihan di posisi penjaga gawang Garuda.
Paes memiliki tinggi sekitar 191 sentimeter dan mengawali perjalanan sepak bolanya di Belanda. Ia pernah berkembang bersama NEC Nijmegen sebelum melanjutkan karier ke FC Utrecht. Kesempatan bermain di luar Belanda kemudian datang ketika Paes bergabung dengan FC Dallas di Major League Soccer pada 2022. Bersama klub Amerika Serikat tersebut, ia berkembang menjadi penjaga gawang utama dan mencatat lebih dari 100 penampilan musim reguler MLS sebelum perjalanan kariernya kembali berlanjut ke Eropa.
Keterikatan Paes dengan Indonesia berasal dari garis keluarganya. Ia memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui neneknya, Nel Appels-van Heyst, yang lahir di Indonesia. Setelah mendapatkan status WNI pada April 2024, Paes masih harus menunggu persetujuan FIFA untuk membela Garuda karena sebelumnya pernah memperkuat tim nasional kelompok umur Belanda. Persetujuan perpindahan asosiasi akhirnya diperoleh pada Agustus 2024 sehingga ia dapat didaftarkan sebagai pemain Timnas Indonesia.
Debut Paes bersama Indonesia terjadi dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 menghadapi Arab Saudi di Jeddah pada September 2024. Ia langsung mencuri perhatian setelah melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan penalti pada babak kedua, dan membantu Indonesia membawa pulang satu poin. Pada pertandingan berikutnya melawan Australia di Jakarta, Paes kembali tampil menonjol ketika Garuda bermain imbang tanpa gol. Ia kemudian menyebut periode tersebut sebagai salah satu pekan yang paling berkesan dalam perjalanan karier internasionalnya.
Perjalanan klub Paes memasuki babak baru setelah ia bergabung dengan Ajax pada 2026. Kembali bermain di Belanda membuatnya berada dalam lingkungan kompetitif dengan persaingan ketat di posisi penjaga gawang. Situasi serupa juga terjadi di Timnas Indonesia, tempat Paes bersaing dengan Emil Audero untuk mendapatkan kepercayaan pelatih John Herdman. Paes menegaskan persaingan tersebut tetap berjalan dengan semangat saling mendukung karena kepentingan Timnas Indonesia menjadi prioritas.
Menjelang FIFA ASEAN Cup 2026, Paes secara terbuka memasang target membawa Indonesia menjadi juara. Menurutnya, turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi Garuda untuk membalas dukungan besar yang diberikan masyarakat Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Ia juga memandang kompetisi ASEAN sebagai momentum untuk membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi agenda internasional berikutnya. FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri menjadi edisi perdana dengan Indonesia menjadi tuan rumah Division 1 bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh di fase grup.
Pengalaman bermain di Eredivisie, MLS, dan pertandingan internasional membuat Paes menjadi salah satu figur berpengalaman di skuad Garuda. Selain kemampuan melakukan penyelamatan, ketenangan dan pengalamannya menghadapi pertandingan bertekanan tinggi menjadi modal penting bagi lini belakang Indonesia. Paes kini tidak lagi sekadar mengejar pencapaian individual, melainkan menempatkan keberhasilan tim sebagai tujuan utamanya. Dengan FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai salah satu panggung terbarunya bersama Garuda, penjaga gawang kelahiran Nijmegen tersebut berambisi ikut membawa Indonesia menciptakan sejarah baru.