Jakarta, 11 Mei 2026 – Perum Bulog mencatat penyerapan jagung nasional dalam jumlah besar yang disebut sebagai salah satu capaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Hingga pertengahan tahun ini, total jagung yang berhasil diserap mendekati 300 ribu ton, seiring upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Peningkatan penyerapan tersebut dilakukan di berbagai sentra produksi jagung di Indonesia. Langkah ini diambil untuk membantu menjaga harga hasil panen petani tetap stabil, terutama saat musim panen raya yang biasanya menyebabkan harga di tingkat petani mengalami penurunan.
Pihak Bulog menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa distribusi dan penyerapan hasil pertanian kini berjalan lebih agresif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain menjaga stok pangan nasional, program ini juga bertujuan memastikan petani mendapatkan kepastian pasar atas hasil panennya.
Pemerintah menilai keberhasilan penyerapan jagung dalam jumlah besar dapat memberikan dampak positif terhadap sektor peternakan dan industri pangan. Jagung sendiri merupakan salah satu komoditas penting karena digunakan sebagai bahan baku pakan ternak serta kebutuhan industri makanan.
Di sejumlah daerah, petani mengaku terbantu dengan adanya penyerapan langsung oleh Bulog. Mereka berharap program tersebut terus berlanjut agar harga jagung tetap kompetitif dan tidak jatuh drastis ketika produksi meningkat.
Selain fokus pada penyerapan, Bulog juga disebut tengah memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi agar kualitas jagung tetap terjaga. Pengelolaan stok yang baik dinilai penting untuk memastikan pasokan tersedia secara merata di berbagai wilayah Indonesia.
Pengamat pertanian menilai langkah pemerintah melalui Bulog dapat menjadi strategi penting dalam memperkuat kemandirian pangan nasional. Dengan penyerapan yang maksimal, rantai pasok komoditas pertanian diharapkan menjadi lebih stabil dan mampu melindungi petani dari fluktuasi harga ekstrem.
Ke depan, pemerintah disebut akan terus memantau perkembangan produksi jagung nasional sambil memperluas kerja sama dengan kelompok tani dan pelaku industri. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan petani, kebutuhan industri, dan stabilitas pangan nasional secara keseluruhan.