Jakarta, 28 Agustus 2026 – Penerbangan AirAsia dari Kota Kinabalu, Malaysia, menuju Shanghai, China, mengalami gangguan kenyamanan setelah seorang penumpang perempuan diduga buang air besar di kursinya. Insiden tersebut terjadi dalam penerbangan AK1516 pada 18 Agustus 2026 dan baru menjadi perhatian publik setelah sejumlah penumpang membagikan pengalaman mereka di media sosial. Bau menyengat dilaporkan memenuhi kabin sekitar 40 menit sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional Shanghai Pudong. Sejumlah penumpang yang sebelumnya tertidur bahkan terbangun karena bau tersebut. Kondisi semakin tidak nyaman karena pesawat sedang memasuki tahap persiapan pendaratan sehingga penanganan terhadap kejadian tersebut tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Pesawat AirAsia AK1516 diketahui berangkat dari Bandara Internasional Kota Kinabalu sekitar pukul 22.30 waktu setempat pada 18 Agustus. Penerbangan kemudian dijadwalkan tiba di Shanghai sekitar pukul 03.00 pada 19 Agustus. Ketika penerbangan mendekati tujuan, sejumlah penumpang mulai mencium aroma tidak sedap yang semakin lama semakin kuat. Awalnya, beberapa penumpang menduga terdapat orang yang muntah atau mengalami masalah kesehatan. Namun, situasi kemudian diketahui berkaitan dengan seorang penumpang perempuan yang diduga buang air besar di area tempat duduknya.
Seorang penumpang yang berada di sekitar lokasi kejadian menceritakan bahwa perempuan tersebut sebelumnya terlihat membawa sebuah kantong dan bergerak menuju toilet. Penumpang lain awalnya mengira perempuan itu hendak muntah atau mengalami gangguan kesehatan. Namun, setelah bau semakin menyengat, kondisi di sekitar kursi dan lorong mulai terlihat kotor. Sejumlah penumpang yang berada di barisan depan maupun belakang kemudian terbangun dan menyadari adanya gangguan tersebut. Kejadian itu membuat suasana kabin menjadi tidak nyaman, terutama bagi penumpang yang berada dekat dengan lokasi.
Situasi tersebut cukup mengherankan bagi sejumlah penumpang karena toilet pesawat disebut masih dapat digunakan. Bahkan, posisi kursi penumpang yang diduga melakukan tindakan tersebut dilaporkan berada tidak jauh dari toilet. Karena itu, sejumlah penumpang mempertanyakan alasan kejadian tersebut bisa terjadi di kursi ketika fasilitas toilet tersedia di dalam pesawat. Meski demikian, kondisi kesehatan penumpang tersebut juga menjadi salah satu hal yang disebut dalam berbagai laporan mengenai kejadian. Tidak ada informasi resmi yang memastikan secara rinci alasan atau kondisi medis yang menyebabkan penumpang tersebut melakukan buang air besar di kursinya.
Bau tidak sedap tersebut dilaporkan bertahan hingga sekitar 40 menit sebelum pesawat mendarat. Situasi menjadi lebih sulit karena pendingin udara kabin dikurangi atau dimatikan dalam persiapan pendaratan sesuai prosedur operasional. Akibatnya, bau yang sudah menyebar di dalam kabin terasa semakin kuat bagi penumpang. Beberapa penumpang mengaku sangat terganggu dan merasa tidak nyaman selama sisa penerbangan. Kendati demikian, pesawat tetap melanjutkan penerbangan dan berhasil mendarat di Shanghai sesuai prosedur keselamatan.
Pihak AirAsia kemudian memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut. Maskapai menyebut kru kabin menemukan adanya gangguan kebersihan di area lorong ketika pesawat sedang dalam persiapan pendaratan. Kru kemudian melakukan penanganan awal dengan menggunakan sarung tangan dan perlengkapan yang tersedia. Karena pesawat sedang memasuki fase pendaratan, prioritas utama kru tetap memastikan keselamatan penerbangan dan seluruh prosedur pendaratan berjalan dengan baik. Penanganan kebersihan secara menyeluruh baru dilakukan setelah pesawat tiba di bandara tujuan dan seluruh penumpang telah turun.
Setelah pesawat mendarat di Shanghai, area yang terdampak langsung dibersihkan dan menjalani proses disinfeksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kabin kembali dalam kondisi higienis sebelum digunakan untuk penerbangan berikutnya. Kru yang bertugas pada penerbangan selanjutnya juga mendapatkan informasi mengenai kejadian dan kondisi kabin. Pembersihan menyeluruh menjadi langkah penting karena kotoran manusia dapat menimbulkan risiko kebersihan apabila tidak segera ditangani dengan prosedur sanitasi yang tepat.
Kejadian tersebut juga menyoroti pentingnya perilaku penumpang selama berada di dalam pesawat. Pesawat merupakan ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang digunakan bersama oleh seluruh penumpang sehingga masalah kebersihan dapat dengan cepat memengaruhi kenyamanan banyak orang. Penumpang yang mengalami kondisi darurat atau gangguan kesehatan sebaiknya segera memberi tahu awak kabin agar dapat memperoleh bantuan. Kru pesawat memiliki prosedur untuk menangani penumpang yang mengalami masalah kesehatan maupun kondisi lain yang membutuhkan perhatian selama penerbangan.
Di sisi lain, kru kabin juga harus menghadapi situasi tidak biasa dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan. Ketika pesawat berada dalam fase kritis seperti persiapan pendaratan, tindakan kru harus disesuaikan dengan prosedur keselamatan. Penanganan gangguan kebersihan tidak boleh mengganggu tugas utama kru dalam memastikan penumpang tetap aman dan pesawat dapat mendarat dengan baik. Setelah pesawat berada di darat, penanganan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dengan dukungan tim kebersihan di bandara.
Insiden ini kemudian ramai diperbincangkan karena dianggap sebagai kejadian yang tidak biasa dalam penerbangan. Sejumlah penumpang mengungkapkan rasa tidak nyaman setelah harus berada di dalam kabin yang dipenuhi bau menyengat menjelang pesawat mendarat. Cerita tersebut kemudian menyebar melalui media sosial dan menarik perhatian publik di Malaysia maupun China. Meski demikian, identitas penumpang yang diduga terlibat tidak diungkapkan secara resmi sehingga berbagai informasi mengenai dirinya sebaiknya tidak disimpulkan di luar keterangan yang telah tersedia.
Bagi maskapai, kejadian tersebut menjadi salah satu contoh tantangan yang dapat muncul secara tiba-tiba selama penerbangan. Gangguan semacam ini tidak selalu berkaitan dengan masalah teknis pesawat, tetapi juga dapat berasal dari perilaku atau kondisi penumpang. Karena itu, kesiapan kru dalam menangani berbagai situasi menjadi bagian penting dari pelayanan penerbangan. AirAsia memastikan area yang terdampak telah dibersihkan dan didisinfeksi setelah pesawat tiba di Shanghai sehingga pesawat dapat kembali digunakan dalam kondisi yang memenuhi standar kebersihan.
Peristiwa di penerbangan AK1516 akhirnya tidak mengganggu keselamatan penerbangan secara keseluruhan, tetapi memberikan pengalaman tidak menyenangkan bagi para penumpang. Pesawat tetap berhasil mencapai Shanghai dan penanganan kebersihan dilakukan setelah mendarat. Kejadian tersebut juga mengingatkan penumpang untuk segera memanfaatkan fasilitas toilet atau meminta bantuan awak kabin apabila mengalami kebutuhan mendesak selama penerbangan. Dengan komunikasi yang cepat antara penumpang dan kru, berbagai kondisi darurat maupun gangguan kenyamanan di dalam kabin diharapkan dapat ditangani dengan lebih baik tanpa mengganggu keselamatan dan kenyamanan penumpang lainnya.