Jakarta, 27 Agustus 2026 – Timnas Indonesia asuhan John Herdman masih memiliki pekerjaan besar untuk menghentikan dominasi Vietnam di sepak bola Asia Tenggara. Setelah gagal menaklukkan skuad asuhan Kim Sang-sik pada ASEAN Hyundai Cup 2026, Garuda kini diproyeksikan kembali menghadapi Vietnam pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Vietnam memang tampil sangat dominan di bawah Kim Sang-sik. Pelatih asal Korea Selatan tersebut membawa Vietnam menjuarai ASEAN Championship 2024 dan 2026, serta meraih sejumlah prestasi bersama tim U-23. Rekam jejak itu membuat Vietnam menjadi salah satu kekuatan paling sulit ditaklukkan di kawasan.
Pada pertemuan terakhir di ASEAN Hyundai Cup 2026, Indonesia bahkan harus menelan kekalahan telak 0-3 di Stadion Pakansari, Bogor, pada 3 Agustus lalu. Vietnam mencetak dua gol cepat melalui Nguyen Van Vi dan Nguyen Hai Long sebelum Nguyen Xuan Son melengkapi kemenangan pada menit ke-71.
Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan perbedaan efektivitas kedua tim. Vietnam mampu memanfaatkan kesalahan Indonesia sejak awal pertandingan dan menciptakan tekanan tinggi yang membuat permainan Garuda kesulitan berkembang.
Herdman sendiri tidak menutup-nutupi kekecewaannya. Seusai pertandingan, pelatih asal Inggris itu mengakui Vietnam tampil lebih baik secara taktik dan dirinya bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.
Namun, pertandingan berikutnya berpotensi menghadirkan situasi yang berbeda. FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada periode 21 September hingga 4 Oktober 2026, yang masuk kalender FIFA Matchday. Kondisi tersebut memungkinkan setiap negara membawa pemain terbaiknya.
Hal itu menjadi salah satu alasan Herdman masih optimistis. Sebelumnya, ia memang telah mengingatkan bahwa komposisi Indonesia pada turnamen regional belum tentu sama dengan skuad yang dimainkan pada laga-laga sebelumnya.
Ketika Kim Sang-sik datang langsung menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Mozambik di SUGBK pada Juni lalu, Herdman menilai kehadiran pelatih Vietnam tersebut sebagai bagian dari pemantauan calon lawan. Namun, Herdman menegaskan skuad yang dilihat Kim saat itu belum tentu menjadi gambaran tim Indonesia yang akan tampil di turnamen.
Peluang Membalas Kekalahan
Kehadiran pemain-pemain terbaik akan menjadi faktor penting bagi Indonesia. Dengan turnamen berlangsung dalam kalender FIFA, klub memiliki kewajiban untuk melepas pemain yang dipanggil tim nasional sesuai regulasi yang berlaku.
Situasi tersebut dapat membuat Herdman memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan ketika Indonesia tampil dalam ASEAN Hyundai Cup. Kedalaman skuad menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki setelah Garuda kesulitan menghadapi tekanan Vietnam pada pertemuan sebelumnya.
Di sisi lain, Vietnam juga tidak akan datang dengan kekuatan seadanya. Kim Sang-sik telah membangun fondasi tim yang sangat kompetitif dan memiliki pengalaman memenangkan pertandingan penting di level Asia Tenggara.
Dominasi Vietnam terlihat dari catatan mereka di ASEAN Hyundai Cup 2026. Skuad Kim tidak terkalahkan sepanjang turnamen dan bahkan mampu memenangkan pertandingan tandang, termasuk ketika menghadapi Indonesia di Bogor.
Karena itu, tantangan Herdman bukan hanya membalas kekalahan 0-3. Indonesia harus mampu menemukan cara untuk memutus pola permainan Vietnam yang mengandalkan pressing, transisi cepat, serta efektivitas pemain di lini depan.
Pertandingan sebelumnya juga memberikan pelajaran berharga bagi Herdman. Dua gol Vietnam dalam 15 menit pertama memperlihatkan betapa pentingnya konsentrasi sejak awal. Jika kesalahan serupa kembali terjadi, Indonesia berpotensi kembali kesulitan mengejar ketertinggalan.
Herdman Dituntut Berbenah
Kekalahan dari Vietnam menjadi ujian besar bagi Herdman. Pelatih yang sebelumnya pernah menangani Kanada tersebut datang ke Indonesia dengan misi membawa Garuda bersaing di papan atas sepak bola Asia Tenggara.
Herdman sebelumnya menyatakan antusias menghadapi ASEAN Championship karena turnamen tersebut memberikan kesempatan kepada pemain-pemain Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan membangun koneksi dengan suporter.
Kini, pengalaman menghadapi Vietnam dapat menjadi modal untuk memperbaiki strategi. Indonesia harus menunjukkan perkembangan jika ingin benar-benar menantang dominasi Vietnam.
Apalagi, Vietnam saat ini bukan sekadar rival biasa. Di bawah Kim Sang-sik, mereka telah berubah menjadi tim yang konsisten meraih gelar dan sulit dikalahkan.
FIFA ASEAN Cup 2026 pun dapat menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk membuktikan bahwa kekalahan 0-3 di Pakansari bukan gambaran kekuatan sebenarnya. Dengan skuad yang lebih lengkap dan persiapan lebih matang, Garuda memiliki kesempatan untuk memberikan perlawanan berbeda.
Pertanyaannya kini adalah apakah Herdman mampu menemukan formula yang tepat untuk menghadapi Kim Sang-sik. Jika Indonesia berhasil menaklukkan Vietnam pada pertemuan berikutnya, kemenangan tersebut bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga bisa menjadi tanda bahwa keseimbangan kekuatan sepak bola Asia Tenggara mulai berubah.