Jakarta, 2 Oktober 2026 – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memutuskan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai total Rp6,16 triliun kepada para pemegang saham. Pembagian dividen dilakukan seiring kinerja bisnis perseroan yang tetap tumbuh, terutama dari sisi penyaluran kredit. Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 17,6 persen secara tahunan. Kinerja tersebut menjadi salah satu indikator ekspansi bisnis perseroan di tengah dinamika perekonomian sepanjang 2026.
Pembagian dividen interim telah mendapatkan persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku dan menjadi bagian dari komitmen perseroan memberikan nilai kepada pemegang saham. Pemerintah sebagai pemegang saham pengendali juga memperoleh bagian sesuai porsi kepemilikannya. Di sisi lain, Bank Mandiri tetap mempertimbangkan kebutuhan modal untuk mendukung ekspansi bisnis dan menjaga tingkat permodalan. Kebijakan dividen karena itu dijalankan dengan memperhatikan keseimbangan antara distribusi keuntungan dan kebutuhan pertumbuhan perusahaan.
Pertumbuhan kredit sebesar 17,6 persen menunjukkan fungsi intermediasi Bank Mandiri terus mengalami ekspansi. Penyaluran pembiayaan diarahkan ke berbagai segmen, mulai dari korporasi, komersial, usaha kecil dan menengah hingga ritel. Perseroan juga terus mendorong pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang dinilai memiliki potensi mendukung pertumbuhan ekonomi. Strategi tersebut berjalan bersamaan dengan upaya menjaga kualitas aset dan penerapan prinsip kehati-hatian.
Ekspansi kredit menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri. Peningkatan pembiayaan memberikan peluang bagi perseroan untuk memperkuat pendapatan berbasis bunga sekaligus memperluas basis nasabah. Namun, pertumbuhan tersebut juga perlu diimbangi pengelolaan risiko kredit secara disiplin, terutama ketika kondisi ekonomi dan suku bunga dapat berubah. Bank Mandiri terus mengandalkan pengelolaan portofolio serta pemantauan kualitas kredit untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan.
Selain pembiayaan, transformasi digital tetap menjadi salah satu strategi utama Bank Mandiri dalam memperkuat bisnis. Pengembangan layanan digital diarahkan untuk meningkatkan transaksi nasabah sekaligus memperluas akses terhadap produk keuangan. Digitalisasi juga memungkinkan perseroan meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat integrasi layanan untuk nasabah individu maupun perusahaan. Pertumbuhan transaksi melalui kanal digital menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem Bank Mandiri.
Pembagian dividen interim Rp6,16 triliun sekaligus mencerminkan upaya perseroan mempertahankan keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan ekspansi jangka panjang. Bank tetap membutuhkan modal yang kuat untuk menopang pertumbuhan kredit, investasi teknologi dan pengembangan layanan. Tingkat permodalan serta likuiditas menjadi faktor yang terus diperhatikan sebelum menetapkan kebijakan distribusi keuntungan. Dengan pendekatan tersebut, perseroan berupaya menjaga kemampuan tumbuh tanpa mengurangi ketahanan keuangannya.
Ke depan, Bank Mandiri akan melanjutkan strategi pertumbuhan dengan mengoptimalkan penyaluran kredit dan memperkuat ekosistem transaksi. Pertumbuhan kredit 17,6 persen menjadi modal untuk mempertahankan momentum bisnis hingga akhir tahun, sementara pembagian dividen memberikan manfaat langsung kepada pemegang saham. Perseroan tetap menghadapi tantangan berupa perubahan kondisi ekonomi, tingkat suku bunga dan kualitas pembiayaan. Pengelolaan risiko dan disiplin menjaga fundamental keuangan akan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kinerja tersebut.