Jakarta, 9 Oktober 2026 – Blue matcha semakin populer sebagai minuman berwarna biru cerah yang kerap disajikan sebagai alternatif minuman herbal. Meski menggunakan nama matcha, minuman ini umumnya tidak berasal dari daun teh hijau seperti matcha tradisional Jepang. Blue matcha biasanya dibuat dari bubuk bunga telang atau butterfly pea yang dikeringkan dan dihaluskan. Bunga tersebut secara alami mengandung pigmen antosianin yang menghasilkan warna biru khas. Kandungan senyawa tumbuhan inilah yang membuat blue matcha menarik untuk diteliti dari sisi kesehatan.
Salah satu potensi manfaat bunga telang berkaitan dengan kandungan antioksidannya. Antosianin merupakan kelompok senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Tubuh memang memiliki sistem pertahanan antioksidan sendiri, tetapi pola makan kaya buah, sayuran, dan bahan nabati dapat turut mendukungnya. Meski demikian, mengonsumsi blue matcha tidak dapat dianggap sebagai cara tunggal untuk mencegah penyakit. Manfaat kesehatan tetap sangat dipengaruhi pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.
Blue matcha juga banyak dipilih karena umumnya tidak mengandung kafein secara alami apabila dibuat murni dari bunga telang. Karakteristik tersebut membuatnya berbeda dari matcha hijau yang mengandung kafein. Minuman berbahan bunga telang dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi kafein, terutama pada sore atau malam hari. Namun, konsumen tetap perlu memperhatikan campuran yang digunakan dalam produk siap minum. Penambahan teh, kopi, atau bahan lain dapat membuat kandungan kafeinnya berbeda.
Sejumlah penelitian terhadap bunga telang juga mengeksplorasi kemungkinan pengaruhnya terhadap pengendalian kadar gula darah. Senyawa tertentu di dalam tanaman tersebut diduga dapat memengaruhi proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Akan tetapi, bukti klinis pada manusia masih terbatas sehingga blue matcha tidak boleh diposisikan sebagai pengganti obat maupun terapi diabetes. Orang dengan gangguan gula darah tetap perlu mengikuti pengobatan dan pola makan yang direkomendasikan tenaga kesehatan. Minuman herbal sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola konsumsi, bukan sebagai terapi utama.
Potensi manfaat lainnya berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah dan proses peradangan. Kandungan antosianin dalam berbagai bahan pangan telah banyak dipelajari karena hubungannya dengan kesehatan kardiovaskular. Bunga telang juga memiliki sejumlah senyawa bioaktif yang sedang diteliti terkait aktivitas antiinflamasi. Namun, efek yang terlihat dalam penelitian laboratorium tidak selalu menghasilkan manfaat yang sama ketika dikonsumsi manusia. Karena itu, klaim bahwa blue matcha dapat secara langsung menyembuhkan peradangan atau penyakit jantung perlu disikapi secara hati-hati.
Dari sisi pola konsumsi, blue matcha dapat menjadi pilihan minuman rendah kalori apabila disajikan tanpa tambahan gula berlebihan. Persoalannya, banyak minuman blue matcha modern disajikan bersama susu, krimer, sirup, gula, atau pemanis lainnya. Tambahan tersebut dapat meningkatkan kandungan energi dan gula secara signifikan. Manfaat dari bahan dasarnya pun dapat menjadi kurang berarti apabila minuman dikonsumsi dengan gula dalam jumlah tinggi secara rutin. Memilih versi tanpa gula atau menggunakan sedikit pemanis dapat menjadi pilihan yang lebih baik.
Bunga telang juga telah lama digunakan sebagai bahan pangan dan minuman di sejumlah wilayah Asia Tenggara. Selain menghasilkan warna alami, bunga ini dapat digunakan pada teh herbal, nasi, makanan penutup, hingga berbagai minuman modern. Meski umumnya dikonsumsi sebagai bahan pangan, respons setiap orang terhadap produk herbal dapat berbeda. Konsumsi berlebihan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan pencernaan pada sebagian orang. Ibu hamil, menyusui, orang dengan penyakit tertentu, atau mereka yang rutin menggunakan obat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ingin mengonsumsi produk herbal dalam jumlah besar.
Blue matcha pada akhirnya dapat menjadi variasi menarik dalam pola minum sehari-hari, terutama jika dibuat dari bunga telang murni dan tidak diberi banyak gula. Kandungan antosianin dan senyawa tumbuhan lainnya memberikan potensi manfaat yang terus dipelajari. Namun, bukti ilmiah belum cukup untuk menjadikannya sebagai minuman yang dapat mengobati atau mencegah penyakit tertentu secara khusus. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, dan pemeriksaan kesehatan tetap memiliki peran yang jauh lebih besar. Dengan konsumsi yang wajar, blue matcha dapat dinikmati sebagai minuman herbal sekaligus sumber senyawa bioaktif dari tanaman.