Jakarta, 18 September 2026 – Penyanyi Hanin Dhiya membuka babak baru dalam perjalanan karier musiknya dengan membawakan kembali lagu populer D’MASIV berjudul Cinta Ini Membunuhku. Lagu tersebut resmi dirilis dalam versi Hanin pada 16 September 2026 dan menjadi salah satu langkah awalnya bersama Musica Studios. Karya yang selama ini dikenal sebagai salah satu lagu patah hati populer Indonesia itu kini hadir dengan karakter vokal Hanin yang lebih lembut. Pendekatan tersebut memberikan nuansa lebih sendu tanpa menghilangkan emosi utama yang telah melekat pada versi aslinya. Hanin melihat lagu ini mempunyai kedekatan emosional dengan banyak pendengar karena ceritanya berkaitan dengan rasa sakit dalam sebuah hubungan. Kehadirannya sekaligus menjadi upaya mempertemukan kembali pendengar lama lagu tersebut dengan generasi baru.
Cinta Ini Membunuhku bukan merupakan lagu baru dalam perjalanan musik Indonesia. Lagu ciptaan Rian Ekky Pradipta tersebut menjadi salah satu single awal D’MASIV dalam album Perubahan yang dirilis pada 2008. Popularitasnya kemudian ikut mengangkat nama D’MASIV di industri musik nasional dan membuat lagu tersebut tetap dikenal bertahun-tahun setelah perilisan awalnya. Cerita mengenai seseorang yang terluka karena hubungan percintaan menjadi kekuatan utama karya tersebut. Tema yang sederhana tetapi dekat dengan pengalaman banyak orang membuat lagu itu mempunyai daya hidup panjang di kalangan pendengar. Kini, hampir dua dekade setelah diperkenalkan D’MASIV, lagu tersebut memperoleh interpretasi berbeda melalui suara Hanin Dhiya.
Hanin tidak berusaha menghilangkan karakter emosional yang telah menjadi identitas lagu tersebut. Ia justru mencoba mempertahankan rasa dari karya aslinya sambil memasukkan warna vokal yang selama ini menjadi ciri khasnya. Karakter suara Hanin yang lembut membuat versi terbaru terdengar lebih personal dan melankolis. Pendekatan tersebut membuat cerita patah hati dalam lagu terasa seperti pengalaman lama yang kembali dibuka dari perspektif berbeda. Aransemen yang lebih sendu turut memperkuat kesan tersebut. Perbedaan karakter antara D’MASIV dan Hanin pada akhirnya memberikan pengalaman mendengarkan yang berbeda meskipun inti cerita lagunya tetap dipertahankan.
Bagi Hanin, membawakan kembali lagu yang sudah sangat dikenal publik justru menjadi tantangan tersendiri. Ia menyadari banyak pendengar mempunyai kenangan dan hubungan emosional masing-masing dengan Cinta Ini Membunuhku. Karena itu, membawakan ulang lagu tersebut tidak cukup hanya dengan menyanyikan kembali melodi yang sudah ada. Hanin harus menemukan keseimbangan antara mempertahankan emosi versi asli dan memberikan identitas pribadinya sebagai penyanyi. Ia ingin pendengar tetap mengenali perasaan yang selama ini melekat pada lagu tersebut sekaligus menemukan sesuatu yang berbeda ketika mendengarkan versinya. Tantangan itulah yang membuat proses interpretasi menjadi bagian penting dalam perilisan lagu tersebut.
Menurut Hanin, lagu tertentu mempunyai kemampuan membawa seseorang kembali kepada pengalaman yang pernah dilalui. Seseorang mungkin merasa telah selesai dengan sebuah cerita, tetapi musik dapat membangkitkan kembali emosi atau kenangan yang sempat tersimpan. Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan Hanin menilai Cinta Ini Membunuhku masih mempunyai relevansi bagi pendengar saat ini. Cerita mengenai kehilangan, penolakan, dan rasa sakit dalam hubungan tidak terbatas pada satu generasi. Karena itu, meskipun lagu tersebut telah berusia bertahun-tahun, tema emosionalnya masih dapat diterima oleh pendengar yang baru mengenalnya. Hanin berharap interpretasinya dapat kembali menemani mereka yang mempunyai pengalaman serupa.
Perilisan ini juga mempunyai arti penting dalam perjalanan profesional Hanin karena menjadi bagian dari fase barunya bersama Musica Studios. Label tersebut mempunyai hubungan panjang dengan D’MASIV dan katalog lagu Cinta Ini Membunuhku. Dengan membawakan karya tersebut, Hanin tidak hanya memperkenalkan single baru, tetapi juga menghubungkan perjalanan musiknya dengan salah satu lagu yang telah lama dikenal publik. Basis pendengar Hanin yang dikenal sebagai Haninours menjadi salah satu kelompok yang diharapkan dapat menerima warna baru tersebut. Pada saat yang sama, pendengar lama D’MASIV dapat menemukan cara berbeda untuk menikmati lagu yang sebelumnya sudah akrab. Perpaduan dua kelompok pendengar itu menjadi salah satu daya tarik utama dari perilisan ulang ini.
Pilihan Cinta Ini Membunuhku juga sesuai dengan karakter Hanin yang selama ini dikenal mampu menghadirkan lagu bernuansa emosional melalui pendekatan vokal lembut. Dalam versi terbarunya, kekuatan lagu tidak diarahkan pada perubahan drastis terhadap cerita asli, melainkan pada cara emosi tersebut disampaikan. Nuansa yang lebih intim membuat perhatian pendengar diarahkan kepada perasaan yang muncul sepanjang lagu. Strategi semacam ini memungkinkan sebuah karya lama mendapatkan identitas baru tanpa kehilangan hubungan dengan versi sebelumnya. Pendengar yang telah mengenal lagu tersebut masih dapat menemukan elemen emosional yang familiar. Sementara itu, mereka yang baru mendengarnya dapat mengenal lagu tersebut melalui karakter musikal Hanin.
Kehadiran versi Hanin sekaligus memperlihatkan bagaimana katalog musik lama dapat diperkenalkan kembali kepada audiens yang lebih muda. Perubahan generasi pendengar tidak selalu membuat lagu lama kehilangan relevansinya, terutama apabila tema yang dibawakan masih dekat dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Interpretasi ulang dapat menjadi jembatan antara sejarah sebuah lagu dan perkembangan musik saat ini. Dalam kasus Cinta Ini Membunuhku, identitas kuat D’MASIV tetap menjadi fondasi yang tidak dilepaskan. Hanin kemudian memberikan sudut pandang berbeda melalui karakter vokal dan pendekatan emosionalnya. Hasilnya menjadi versi yang tetap mempunyai hubungan dengan karya awal tetapi berdiri dengan warna penyanyi yang berbeda.
Single Cinta Ini Membunuhku versi Hanin Dhiya telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 16 September 2026. Kehadiran lagu tersebut juga dilengkapi dengan materi video musik yang dapat disaksikan melalui kanal digital Hanin. Perilisan lintas platform memberikan kesempatan kepada lagu tersebut untuk menjangkau pendengar lama sekaligus audiens yang mungkin belum mengenal versi D’MASIV. Momentum ini menjadi salah satu pembuka perjalanan Hanin bersama Musica Studios setelah memasuki fase baru dalam kariernya. Respons pendengar terhadap interpretasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam melihat arah musikal Hanin setelah perilisan ini. Sejumlah karya berikutnya juga akan menentukan bagaimana karakter barunya bersama label tersebut berkembang.
Melalui Cinta Ini Membunuhku, Hanin Dhiya pada akhirnya tidak sekadar membawakan ulang sebuah lagu populer, tetapi mencoba memberikan pengalaman emosional baru terhadap karya yang telah mempunyai sejarah panjang. Tantangan terbesar berada pada kemampuan menjaga identitas lagu sambil tetap menghadirkan karakter pribadinya. Hanin memilih pendekatan yang lebih lembut, sendu, dan personal untuk menjembatani dua kebutuhan tersebut. Cerita patah hati yang menjadi inti lagu tetap dipertahankan sehingga pendengar lama masih dapat mengenali emosinya. Di sisi lain, warna vokal Hanin memberikan pintu masuk baru bagi generasi pendengar yang lebih muda. Perilisan ini sekaligus menandai langkah awal yang penting dalam perjalanan musik Hanin bersama Musica Studios dan membuka kemungkinan hadirnya karya-karya berikutnya dengan pendekatan yang semakin personal.