Tasikmalaya, 2 September 2026 – Aksi sejumlah perempuan yang menyantap makanan di atas bak mobil pikap sambil berkeliling Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, viral di media sosial. Dalam video yang beredar, mereka terlihat duduk santai di bagian belakang kendaraan sambil menikmati berbagai hidangan khas Sunda yang disajikan di atas meja dan tikar. Pemandangan tersebut menarik perhatian masyarakat karena aktivitas makan dilakukan ketika kendaraan sedang bergerak di jalan raya. Polisi kemudian turun tangan setelah menerima informasi mengenai kegiatan tersebut dan memberikan teguran kepada pihak yang menyelenggarakannya.
Aksi itu diketahui berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026. Sejumlah perempuan terlihat menikmati makanan yang terdiri dari nasi, lauk, sambal, serta lalapan sambil mengikuti perjalanan mobil pikap mengelilingi sejumlah ruas jalan di Tasikmalaya. Video kegiatan tersebut kemudian tersebar di media sosial dan mengundang beragam tanggapan dari warganet. Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai kegiatan unik dan berbeda dari aktivitas makan pada umumnya, sementara sebagian lainnya menyoroti aspek keselamatan karena para peserta berada di bak terbuka kendaraan yang sedang melaju.
Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota kemudian melakukan penelusuran setelah memperoleh laporan dari masyarakat mengenai video yang beredar. Polisi mencari pihak yang menjadi penyelenggara kegiatan untuk mengetahui tujuan serta konteks aktivitas tersebut. Dari hasil penelusuran, petugas menemukan bahwa kegiatan itu berkaitan dengan salah satu rumah makan di wilayah Tasikmalaya. Pihak penyelenggara kemudian memberikan penjelasan bahwa kegiatan makan sambil berkeliling tersebut bukan merupakan fasilitas rutin rumah makan maupun layanan yang setiap saat tersedia bagi pelanggan.
Menurut penjelasan penyelenggara kepada polisi, kegiatan tersebut merupakan acara insidental yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia. Dengan demikian, aktivitas tersebut tidak dimaksudkan sebagai konsep makan keliling yang akan dilakukan secara rutin. Para peserta mengikuti kegiatan dalam suasana perayaan dan menikmati hidangan yang telah disiapkan selama perjalanan. Meski demikian, polisi tetap memberikan perhatian terhadap cara kegiatan tersebut dilaksanakan karena berkaitan langsung dengan keselamatan para peserta dan pengguna jalan lainnya.
Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli Satlantas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Dian Fardiansyah menyampaikan bahwa pihak kepolisian memberikan imbauan kepada penyelenggara agar lebih memperhatikan keselamatan dalam berkendara. Menurut polisi, kegiatan yang melibatkan penumpang di bak terbuka kendaraan harus mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat muncul selama kendaraan berjalan. Kondisi jalan yang berubah, pengereman mendadak, kendaraan lain, maupun faktor kecepatan dapat meningkatkan potensi kecelakaan. Karena itu, kegiatan serupa tidak boleh hanya mempertimbangkan sisi hiburan atau keunikannya, tetapi juga harus memperhatikan aspek keselamatan.
Perhatian polisi terutama tertuju pada posisi para perempuan yang berada di bagian belakang kendaraan selama perjalanan. Bak pikap pada dasarnya merupakan ruang angkut barang sehingga penggunaannya untuk membawa orang ketika kendaraan bergerak memiliki risiko tersendiri. Penumpang yang berada di ruang terbuka tidak mendapatkan perlindungan seperti penumpang di kabin kendaraan. Apabila terjadi benturan, kendaraan mengerem mendadak, atau terjadi manuver secara tiba-tiba, orang yang berada di bak belakang dapat lebih mudah kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Viralnya kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa aktivitas yang terlihat menyenangkan dalam sebuah video belum tentu aman apabila dilakukan di jalan raya. Penggunaan kendaraan untuk kegiatan komunitas maupun perayaan tetap harus memperhatikan ketentuan lalu lintas dan keselamatan semua pihak. Terlebih, kegiatan berlangsung di ruang publik yang juga digunakan kendaraan lain dengan kondisi dan kecepatan berbeda. Polisi karena itu memilih memberikan teguran dan edukasi kepada penyelenggara agar kejadian serupa tidak dilakukan kembali dengan cara yang berpotensi membahayakan peserta.
Di sisi lain, polisi tidak menyebut kegiatan tersebut sebagai agenda rutin dari rumah makan yang bersangkutan. Penjelasan penyelenggara bahwa acara hanya bersifat insidental menjadi bagian dari hasil penelusuran aparat terhadap video viral tersebut. Polisi juga tidak berhenti pada isi video semata, melainkan mencari pihak yang bertanggung jawab untuk mendapatkan gambaran mengenai latar belakang kegiatan. Langkah tersebut dilakukan agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru mengenai konsep layanan rumah makan tersebut.
Dengan adanya teguran tersebut, kegiatan makan di atas mobil pikap yang sempat menjadi perhatian publik kini mendapat penekanan dari sisi keselamatan berkendara. Polisi mengingatkan penyelenggara kegiatan maupun masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika membuat aktivitas yang melibatkan kendaraan di jalan umum. Kreativitas dalam merayakan momentum tertentu tetap dapat dilakukan, tetapi pelaksanaannya perlu memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi yang aman. Viral di media sosial seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengesampingkan keselamatan, terutama ketika kegiatan berlangsung menggunakan kendaraan yang bergerak di tengah lalu lintas.