Jakarta, 9 September 2026 – Polisi menyelidiki dugaan pencurian tas milik seorang penumpang yang tertinggal di dalam bus TransJakarta di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan seorang pria mengambil tas korban beredar luas di media sosial. Tas itu diketahui berisi satu unit laptop MacBook dan sebuah tablet iPad yang memiliki nilai penting bagi pemiliknya. Korban telah membuat laporan resmi ke Polsek Metro Kebayoran Baru sehingga aparat kini melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pria yang terlihat dalam rekaman tersebut. Hingga Rabu, identitas pria berbaju merah yang diduga membawa barang milik korban masih belum diketahui. Polisi juga berupaya menelusuri keberadaan dua perangkat elektronik yang hilang tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 4 September 2026, malam ketika korban menggunakan layanan TransJakarta dari kawasan Mampang Prapatan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, barang milik korban disimpan di dalam tas laptop berwarna merah muda dan diletakkan di kursi penumpang. Dalam perjalanan, tas tersebut berada dekat dengan posisi korban sehingga awalnya masih dalam pengawasan. Namun, ketika perjalanan berakhir di kawasan Blok M, korban turun dari bus tanpa membawa tas tersebut. Korban baru menyadari barang miliknya tertinggal setelah berada di luar armada. Ia kemudian berusaha mencari kembali tas itu dengan meminta bantuan untuk melakukan penelusuran terhadap bus yang sebelumnya ditumpangi.
Penelusuran kemudian mengarah pada rekaman CCTV di dalam bus yang memperlihatkan kondisi tas setelah korban turun. Dalam rekaman tersebut, tas yang tertinggal terlihat masih berada di area kursi penumpang. Tidak lama kemudian, seorang pria mengenakan pakaian berwarna merah terlihat berada di sekitar tempat tas tersebut berada. Pria itu kemudian mengambil tas dan membawanya ketika meninggalkan area tersebut. Rekaman inilah yang selanjutnya menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan polisi. Meski video telah beredar luas, kepolisian belum menetapkan identitas maupun status hukum pria tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru AKP Andre JR Simamora membenarkan laporan mengenai hilangnya barang milik penumpang tersebut telah diterima kepolisian. Laporan dibuat pada hari yang sama dengan kejadian sehingga petugas dapat segera memulai proses penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui secara lengkap rangkaian kejadian sejak korban naik bus hingga barang tersebut berpindah tangan. Rekaman CCTV menjadi salah satu bahan yang diperiksa untuk mengidentifikasi ciri-ciri pria yang terlihat mengambil tas. Aparat juga dapat menelusuri rekaman dari kamera lain di sekitar lokasi untuk mengetahui arah perjalanan orang tersebut setelah turun. Sampai perkembangan terbaru, polisi menyatakan identitas pria dalam video belum berhasil dipastikan.
Kasus tersebut mendapatkan perhatian besar karena MacBook dan iPad yang berada di dalam tas tidak hanya memiliki nilai ekonomi bagi korban. Kedua perangkat tersebut disebut menyimpan berbagai dokumen penting, termasuk bahan dan data skripsi yang sedang dikerjakan pemiliknya. Kehilangan perangkat karena itu berpotensi mengganggu proses akademik korban apabila data di dalamnya belum memiliki salinan di tempat lain. Korban berharap barang-barang tersebut dapat ditemukan dan dikembalikan dalam keadaan utuh. Informasi mengenai keberadaan dokumen skripsi di dalam perangkat juga membuat banyak pengguna media sosial memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Sejumlah warganet berharap penyebaran rekaman CCTV dapat membantu mempercepat identifikasi pria yang terlihat membawa tas.
Dalam penanganannya, polisi tetap perlu membuktikan rangkaian peristiwa secara utuh sebelum menentukan unsur pidana maupun pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban. Rekaman yang menunjukkan seseorang mengambil barang tertinggal merupakan petunjuk penting, tetapi penyidik tetap membutuhkan pemeriksaan tambahan untuk memastikan identitas, niat, serta tindakan yang dilakukan setelah barang tersebut diambil. Keterangan korban, petugas TransJakarta, saksi yang mungkin berada di lokasi, dan rekaman kamera pengawas menjadi bagian yang dapat digunakan untuk menyusun kronologi. Penelusuran juga dapat diarahkan pada kemungkinan perangkat elektronik masih aktif dan dapat dilacak melalui informasi yang dimiliki korban. Seluruh bukti tersebut nantinya akan menentukan langkah hukum selanjutnya. Karena itu, kepolisian masih menggunakan status penyelidikan dan belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai perkara tersebut.
TransJakarta sendiri telah memiliki mekanisme penanganan barang tertinggal atau lost and found bagi pelanggan di seluruh jaringan layanannya. Penumpang yang kehilangan barang dapat membuat laporan sehingga petugas dapat melakukan penelusuran berdasarkan informasi perjalanan, waktu, rute, jenis barang, dan ciri-ciri kepemilikan. Barang yang ditemukan oleh penumpang lain juga seharusnya diserahkan kepada petugas agar dapat dicatat dan disimpan sementara sebelum dikembalikan kepada pemilik yang dapat melakukan verifikasi. Sistem tersebut menjadi penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan banyaknya barang yang tertinggal di bus maupun halte setiap tahun. Sepanjang 2025, ribuan barang tercatat tertinggal di seluruh ekosistem layanan TransJakarta. Kawasan Koridor 1 Blok M-Kota dan Halte Integrasi CSW termasuk titik dengan intensitas temuan barang yang relatif tinggi.
Keberadaan CCTV di dalam armada dan sejumlah fasilitas TransJakarta juga memiliki peranan penting ketika terjadi kehilangan maupun dugaan tindak pidana. Rekaman dapat membantu petugas mengetahui posisi terakhir barang, waktu kejadian, serta orang-orang yang berada di sekitar lokasi. Dalam kasus ini, kamera pengawas memberikan gambaran mengenai kondisi tas setelah korban turun dan memperlihatkan pria yang kemudian mengambilnya. Polisi dapat menggunakan rekaman tersebut sebagai titik awal untuk melakukan identifikasi lebih lanjut. Pengembangan penyelidikan dapat dilakukan dengan membandingkan ciri fisik, pakaian, waktu perjalanan, maupun rekaman dari kamera lain yang berada di jalur berikutnya. Semakin banyak rekaman yang dapat diperoleh, semakin besar kemungkinan aparat mengetahui pergerakan pria tersebut setelah meninggalkan bus.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi penumpang transportasi umum untuk melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan sebelum meninggalkan kendaraan. Laptop, telepon seluler, tablet, dompet, tas, dan dokumen merupakan barang yang relatif mudah tertinggal ketika penumpang terburu-buru turun. Jika kehilangan baru disadari setelah meninggalkan bus, laporan sebaiknya dibuat secepat mungkin dengan menyertakan informasi mengenai rute, nomor atau jenis layanan jika diketahui, waktu perjalanan, halte keberangkatan dan tujuan, serta deskripsi barang. Informasi yang lengkap dapat membantu petugas mempersempit pencarian armada dan memeriksa rekaman CCTV yang relevan. Bagi penumpang yang menemukan barang milik orang lain, langkah yang tepat adalah menyerahkannya kepada petugas agar dapat diproses melalui mekanisme barang tertinggal. Cara tersebut juga menghindarkan barang temuan berpindah tangan tanpa pencatatan yang jelas.
Polsek Metro Kebayoran Baru kini melanjutkan penyelidikan dengan fokus mengidentifikasi pria berbaju merah yang terlihat dalam CCTV sekaligus mencari keberadaan MacBook dan iPad milik korban. Polisi belum mengumumkan adanya penangkapan maupun penetapan tersangka hingga perkembangan terakhir pada Rabu. Rekaman yang beredar di media sosial diharapkan dapat memberikan petunjuk tambahan, tetapi masyarakat diminta tidak mengambil kesimpulan mengenai identitas seseorang tanpa konfirmasi aparat. Bagi korban, ditemukannya kembali perangkat menjadi prioritas karena selain bernilai materi, keduanya menyimpan dokumen akademik yang sangat dibutuhkan. Aparat akan mencocokkan rekaman kamera pengawas, keterangan korban, dan informasi lain yang diperoleh selama penyelidikan untuk memperjelas rangkaian kejadian. Kasus tersebut selanjutnya akan diproses berdasarkan bukti yang ditemukan dan hasil identifikasi terhadap orang yang terlihat membawa tas dari dalam bus TransJakarta.