Jakarta, 21 Oktober 2026 – Pertandingan Como 1907 melawan Manchester United pada matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026-2027 terancam mengalami penundaan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Italia utara. Duel yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Rabu (21/10/2026) pukul 23.45 WIB tersebut menghadapi ketidakpastian menyusul peringatan hujan lebat dan badai petir. Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan cuaca tingkat oranye yang menunjukkan adanya potensi gangguan serius terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan pemain, ofisial pertandingan, dan penonton yang akan hadir di stadion. UEFA memiliki sejumlah skenario untuk memastikan pertandingan tetap dapat diselenggarakan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan laga berlangsung sesuai jadwal.
Ancaman penundaan muncul setelah prakiraan cuaca menunjukkan kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi di kawasan Como. Curah hujan diperkirakan dapat mencapai sekitar 64 milimeter sebelum pertandingan dimulai, disertai potensi sambaran petir. Situasi tersebut berisiko memengaruhi kondisi lapangan, terutama apabila sistem drainase stadion tidak mampu mengalirkan air dengan cepat. Genangan air dapat menghambat pergerakan bola dan meningkatkan risiko cedera bagi pemain. Selain kondisi lapangan, keselamatan penonton yang berada di area terbuka juga menjadi pertimbangan penting. Oleh karena itu, penyelenggara pertandingan perlu memantau perkembangan cuaca sebelum mengambil keputusan mengenai kelanjutan laga.
Skenario pertama apabila pertandingan resmi ditunda adalah memindahkan jadwal pelaksanaan ke hari berikutnya. Berdasarkan Pasal 27 regulasi Liga Champions UEFA 2026-2027, pertandingan yang tidak dapat dimulai atau diselesaikan pada hari pelaksanaan pada prinsipnya dijadwalkan kembali pada keesokan harinya. Dengan ketentuan tersebut, duel Como melawan Manchester United berpotensi dimainkan pada Kamis (22/10/2026) waktu setempat. Keputusan tersebut tetap bergantung pada kondisi cuaca, kesiapan stadion, serta persetujuan UEFA. Apabila pertandingan belum dimulai, seluruh durasi pertandingan akan dimainkan sesuai jadwal baru. Sementara itu, apabila laga sudah berlangsung kemudian dihentikan, sisa waktu pertandingan pada umumnya akan dilanjutkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Skenario kedua adalah penentuan tanggal baru apabila pertandingan tidak memungkinkan digelar pada keesokan harinya. UEFA memiliki kewenangan menetapkan jadwal pengganti dengan mempertimbangkan kalender pertandingan kedua klub. Situasi ini berpotensi menimbulkan persoalan karena Manchester United dan Como sama-sama memiliki agenda kompetisi domestik yang padat. Manchester United dijadwalkan menghadapi Bournemouth pada Minggu (25/10/2026) dalam lanjutan Liga Inggris. Sementara itu, Como harus menjalani pertandingan Serie A melawan Sassuolo pada Sabtu (24/10/2026). Apabila duel Liga Champions dipindahkan ke Kamis, waktu pemulihan Como menuju pertandingan domestik menjadi lebih singkat.
Skenario ketiga berkaitan dengan kemungkinan perubahan stadion apabila kondisi lapangan Giuseppe Sinigaglia tidak memungkinkan digunakan. Dalam regulasi UEFA, pertandingan yang dijadwalkan ulang pada prinsipnya tetap dilaksanakan di stadion semula. Namun, perubahan lokasi dapat dilakukan apabila terdapat keadaan yang mengharuskan pertandingan dipindahkan. Keputusan tersebut tidak dapat diambil secara sepihak oleh klub tuan rumah karena membutuhkan persetujuan UEFA. Stadion pengganti juga harus memenuhi persyaratan penyelenggaraan pertandingan Liga Champions, termasuk aspek keamanan dan fasilitas pertandingan. Dengan demikian, pemindahan stadion menjadi pilihan yang dapat dipertimbangkan apabila persoalan cuaca atau kondisi lapangan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Penundaan pertandingan juga berpotensi memengaruhi persiapan teknis kedua kesebelasan. Manchester United telah melakukan perjalanan ke Italia dan menjalani agenda persiapan menjelang pertandingan. Tim asuhan Michael Carrick berusaha memperbaiki hasil setelah mengalami kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada pertandingan Liga Champions sebelumnya. Di sisi lain, Como yang dilatih Cesc Fabregas ingin memanfaatkan keuntungan bermain di kandang untuk meraih hasil positif. Perubahan jadwal dapat memengaruhi program latihan, pemulihan pemain, hingga pengaturan perjalanan tim tamu. Staf pelatih kedua klub harus menyesuaikan rencana apabila pertandingan benar-benar mengalami penundaan.
Dalam sejarah Liga Champions, penundaan akibat kondisi cuaca maupun keadaan darurat bukan merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi. Pada September 2016, pertandingan Manchester City melawan Borussia Monchengladbach harus ditunda akibat hujan deras yang mengguyur Manchester. Pertandingan tersebut akhirnya dimainkan pada hari berikutnya setelah kondisi dinyatakan memungkinkan. Peristiwa lain terjadi pada April 2017 ketika laga Borussia Dortmund melawan AS Monaco ditunda menyusul serangan terhadap bus tim Dortmund. Kedua kejadian tersebut memperlihatkan bahwa UEFA memiliki mekanisme penjadwalan ulang untuk menghadapi keadaan luar biasa. Namun, keputusan dalam setiap kasus tetap mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan penyelenggaraan pertandingan yang bersangkutan.
Hingga informasi yang tersedia pada Rabu (21/10/2026), pertandingan Como 1907 melawan Manchester United masih tercantum dalam jadwal resmi Liga Champions dan belum dinyatakan ditunda. Keputusan akhir mengenai pelaksanaan pertandingan akan bergantung pada penilaian keselamatan serta kondisi cuaca menjelang sepak mula. Jika penundaan benar-benar dilakukan, pilihan paling memungkinkan berdasarkan regulasi adalah menggelar pertandingan pada Kamis (22/10/2026). Apabila kondisi tidak mendukung, UEFA dapat menetapkan tanggal atau stadion pengganti sesuai ketentuan kompetisi. Kedua klub juga perlu menyesuaikan agenda pertandingan domestik apabila perubahan jadwal menimbulkan benturan kalender. Dengan demikian, keselamatan seluruh pihak tetap menjadi prioritas utama, sementara kepastian jadwal pertandingan menunggu keputusan resmi dari otoritas penyelenggara.