Jakarta, 7 Mei 2026 — World Health Organization atau WHO memantau kasus hantavirus yang dilaporkan terjadi di sebuah kapal pesiar dan menyebut adanya kemungkinan penyebaran antarpenumpang masih menjadi perhatian dalam investigasi kesehatan.
Kasus tersebut memicu kewaspadaan internasional setelah sejumlah penumpang dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan infeksi hantavirus selama perjalanan laut berlangsung.
WHO menyatakan hingga kini penyelidikan epidemiologi masih dilakukan untuk memastikan sumber penularan, pola penyebaran, serta tingkat risiko terhadap penumpang dan kru kapal.
Hantavirus umumnya dikenal sebagai penyakit yang berkaitan dengan paparan hewan pengerat, terutama melalui urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Namun para ahli kesehatan kini mendalami kemungkinan adanya mekanisme penularan tertentu di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.
Pihak otoritas kesehatan dan operator kapal disebut telah melakukan langkah penanganan seperti pemeriksaan kesehatan, isolasi pasien yang terindikasi terpapar, serta sterilisasi area tertentu di kapal.
Pengamat kesehatan global menilai lingkungan kapal pesiar yang padat dan tertutup memang dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular apabila tidak ditangani dengan cepat.
WHO juga mengingatkan pentingnya pengawasan sanitasi, kebersihan lingkungan, dan deteksi dini gejala untuk mencegah penyebaran lebih luas di fasilitas transportasi internasional.
Hingga kini, investigasi masih terus dilakukan dan otoritas kesehatan internasional memantau perkembangan kasus tersebut guna memastikan langkah penanganan berjalan efektif dan risiko penyebaran dapat dikendalikan.