Ichinomiya, 20 September 2026 – Jonatan Christie mengingatkan Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia untuk menjaga fokus menghadapi persaingan nomor beregu Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia yang berstatus unggulan pertama mendapatkan bye pada babak 16 besar sehingga langsung melangkah ke perempat final. Berdasarkan hasil undian, skuad Merah Putih akan menghadapi pemenang pertandingan antara Malaysia dan Mongolia. Malaysia dinilai memiliki peluang menjadi lawan Indonesia pada babak delapan besar tersebut. Meski demikian, Jonatan meminta seluruh anggota tim tidak terburu-buru memikirkan hasil dan tetap berkonsentrasi pada persiapan yang berada di depan mata.
Hasil undian nomor beregu putra dan putri Asian Games 2026 dilakukan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Sabtu (19/9). Tim putra Indonesia ditempatkan di bagian atas bagan setelah menyandang status unggulan pertama. Keuntungan bye membuat Indonesia tidak perlu menjalani pertandingan babak 16 besar dan memiliki waktu persiapan lebih panjang. Sementara itu, Malaysia harus terlebih dahulu melewati Mongolia untuk mendapatkan tiket menuju perempat final. Situasi tersebut membuat Indonesia dapat menggunakan waktu yang tersedia untuk mempelajari calon lawan secara lebih mendalam.
Jonatan mengakui kemungkinan bertemu Malaysia membuat persiapan mulai diarahkan pada kekuatan pemain-pemain tunggal negara tersebut. Ia bersama tim pelatih akan membahas berbagai kemungkinan yang dapat terjadi apabila pertemuan Indonesia dan Malaysia benar-benar terwujud. Meski demikian, pemain tunggal putra Indonesia itu menekankan pentingnya memaksimalkan setiap kesempatan tanpa terbebani ekspektasi. Pendekatan tersebut diperlukan karena nomor beregu memiliki karakter berbeda dibandingkan pertandingan individual. Setiap pertandingan dapat memengaruhi momentum dan kepercayaan diri seluruh anggota tim.
Indonesia membawa sejumlah pemain untuk memperkuat sektor putra pada Asian Games 2026. Selain Jonatan Christie, sektor tunggal diperkuat Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, dan Muhamad Yusuf. Sementara sektor ganda memiliki pemain seperti Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin, dan Amri Syahnawi. Komposisi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan performa, kondisi fisik, kemampuan teknis, serta kebutuhan tim. Susunan pemain yang akan diturunkan dalam setiap pertandingan nantinya dapat disesuaikan dengan strategi dan karakter lawan yang dihadapi.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian juga meminta para pemain menjaga kondisi teknis maupun nonteknis sebelum pertandingan pertama. Tim putra baru dijadwalkan turun bertanding pada Selasa (22/9), sehingga memiliki waktu lebih panjang dibandingkan tim putri Indonesia. Jeda tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kekompakan sekaligus mempelajari kekuatan calon lawan. Hasil undian juga memungkinkan tim pelatih membuat persiapan yang lebih spesifik dibandingkan sebelumnya. Pemetaan kekuatan lawan yang telah dilakukan selama masa persiapan kini dapat diperdalam berdasarkan jalur pertandingan yang sudah diketahui.
Potensi pertemuan dengan Malaysia menjadi perhatian karena persaingan kedua negara di cabang bulu tangkis memiliki sejarah panjang. Pertandingan beregu juga membutuhkan keseimbangan kekuatan antara sektor tunggal dan ganda karena setiap partai memiliki nilai penting dalam menentukan hasil akhir. Indonesia perlu mempersiapkan berbagai skenario susunan pemain apabila Malaysia menjadi lawan di perempat final. Kondisi fisik, strategi pertandingan, dan kesiapan mental menjadi faktor yang terus diperhatikan menjelang laga. Jonatan menilai pembahasan bersama pelatih dalam beberapa hari menjelang pertandingan dapat membantu pemain memahami kemungkinan strategi yang akan digunakan.
Nomor beregu bulu tangkis Asian Games 2026 berlangsung pada 20 hingga 24 September, kemudian dilanjutkan dengan nomor perorangan pada 25 hingga 29 September. Bagi tim putra Indonesia, keuntungan langsung berada di perempat final memberikan waktu tambahan untuk mematangkan persiapan, tetapi sekaligus membuat pertandingan pertama memiliki tekanan besar karena langsung menentukan kelanjutan langkah menuju perebutan medali. Jonatan dan rekan-rekannya memilih menggunakan waktu tersebut untuk menjaga fokus, kekompakan, dan kesiapan menghadapi siapa pun yang lolos dari pertandingan Malaysia kontra Mongolia. Indonesia juga berupaya memperbaiki pencapaian setelah tidak memperoleh medali bulu tangkis pada Asian Games Hangzhou 2022. Dengan persaingan yang ketat sejak fase gugur, konsistensi pada setiap partai menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan tim putra Merah Putih di Aichi-Nagoya.