Jakarta, 22 September 2026 – Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 menghadirkan perubahan dalam sistem kategorisasi dengan menambahkan empat kategori baru. Langkah tersebut dilakukan untuk mengikuti perkembangan musik Indonesia yang semakin beragam, baik dari sisi genre, karakter produksi, maupun munculnya gerakan musik baru. Empat kategori yang ditambahkan meliputi Album Rap/HipHop Terbaik, Karya Produksi Musik Etno Terbaik, Karya Produksi HipDut Terbaik, dan Karya Produksi Lagu Pesta Timur Terbaik. Meski mendapatkan kategori khusus, tidak seluruh jenis musik tersebut otomatis ditetapkan sebagai genre tersendiri oleh AMI.
Perwakilan Tim Kategorisasi AMI Awards, Syaharani, menjelaskan perkembangan musik yang dinamis membuat sistem pengelompokan karya harus terus dievaluasi. Ketika semakin banyak karya memiliki karakter yang berdekatan, tim kategorisasi perlu menentukan ruang yang paling sesuai untuk memberikan apresiasi. Proses tersebut tidak hanya mempertimbangkan popularitas atau tren yang sedang berkembang. Karakter musik, pola notasi, hingga nuansa atau feel sebuah karya turut menjadi bahan pertimbangan. Penjelasan itu disampaikan dalam konferensi pers pengumuman nominasi AMI Awards 2026 di Jakarta pada Senin, 21 September 2026.
Hipdut menjadi salah satu perkembangan musik yang mendapat perhatian besar tahun ini. AMI Awards menghadirkan kategori Karya Produksi HipDut Terbaik untuk mengakomodasi semakin banyaknya karya yang menggabungkan unsur hip hop dengan dangdut. Namun, keberadaan kategori tersebut belum berarti hipdut secara resmi ditempatkan sebagai genre baru. Syaharani mengatakan karakter hipdut masih membutuhkan kajian lebih panjang sebelum dapat ditentukan apakah cukup kuat untuk berdiri sebagai genre tersendiri. Untuk sementara, AMI memilih memberikan apresiasi melalui kategori karya produksi.
Pendekatan serupa digunakan untuk membaca berbagai gerakan musik yang sedang tumbuh di Indonesia. AMI tidak langsung menjadikan setiap perkembangan baru sebagai genre karena proses kategorisasi membutuhkan sejumlah parameter. Tim perlu melihat konsistensi karakter musik, pertumbuhan jumlah karya, hingga jumlah musisi yang mengembangkan bentuk musik tersebut. Jika perkembangannya semakin kuat dan memiliki identitas yang jelas, kategorisasi dapat kembali dievaluasi pada penyelenggaraan berikutnya. Dengan mekanisme tersebut, kategori produksi menjadi ruang awal untuk mengapresiasi karya tanpa terburu-buru memberikan definisi genre.
Berbeda dengan hipdut, hip hop sebenarnya sudah lama dikenal sebagai genre. Syaharani menjelaskan bahwa sebelumnya hip hop masih berada dalam pengelompokan bersama rap dan R&B karena jumlah karya yang masuk belum terlalu banyak. Kondisi tersebut berubah setelah produksi musik hip hop berkembang pesat. Banyaknya karya yang masuk membuat AMI menilai hip hop sudah membutuhkan ruang yang lebih spesifik. Tahun ini, Album Rap/HipHop Terbaik kemudian hadir sebagai salah satu kategori baru.
Musik etno juga memperoleh perhatian lebih besar melalui kategori Karya Produksi Musik Etno Terbaik. Menurut Syaharani, Indonesia membutuhkan ruang penghargaan yang dapat menampung karya para musisi daerah maupun komunitas dan padepokan musik tradisional. Kategori tersebut membuka kesempatan bagi karya dengan akar budaya lokal untuk masuk dalam proses penilaian AMI. Pengembangannya juga berkaitan dengan pertumbuhan world music yang mempertemukan unsur etnik Indonesia dengan pendekatan diatonik atau musik modern. Kombinasi tersebut dinilai semakin berkembang dan menghasilkan banyak karya baru.
Perkembangan musik dari kawasan Indonesia Timur turut mendapatkan tempat melalui Karya Produksi Lagu Pesta Timur Terbaik. Dalam beberapa tahun terakhir, karya dengan karakter musik pesta dari Indonesia Timur berkembang menjadi bagian dari musik populer dan menjangkau pendengar yang semakin luas. AMI melihat perkembangan tersebut sebagai gerakan musik yang layak memperoleh ruang apresiasi tersendiri. Kategori baru itu juga menunjukkan bahwa perkembangan industri musik tidak hanya berlangsung di pusat-pusat produksi musik konvensional. Karya dari berbagai daerah kini mempunyai peluang semakin besar untuk mendapatkan perhatian pada tingkat nasional.
Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia Candra Darusman mengatakan penambahan kategori merupakan bagian dari upaya AMI menjaga inklusivitas. Menurutnya, AMI perlu melihat perkembangan aktual musik Indonesia dan tidak menutup mata terhadap tren maupun karakter musik yang sedang tumbuh. Penyelenggaraan tahun ini juga tetap mengedepankan netralitas dan independensi dalam proses penilaian. Sekitar 4.000 anggota AMI terlibat dalam mekanisme pemilihan yang dilakukan secara rahasia dan daring. Sistem tersebut digunakan untuk menentukan karya dan musisi yang memperoleh penghargaan.
AMI Awards 2026 sendiri memasuki penyelenggaraan ke-29 dengan total 67 kategori penghargaan. Jumlah karya yang terdaftar mencapai sekitar 5.360 lagu dalam format singel maupun album. Besarnya jumlah karya yang masuk memperlihatkan perkembangan produksi musik Indonesia sekaligus membuat proses kategorisasi semakin kompleks. Tim AMI harus mengelompokkan ribuan karya berdasarkan karakter dan ketentuan masing-masing kategori sebelum memasuki tahapan penilaian. Penambahan empat kategori baru menjadi salah satu respons terhadap perubahan lanskap tersebut.
Hadirnya kategori baru pada akhirnya tidak hanya memperluas daftar penghargaan AMI Awards 2026, tetapi juga menggambarkan perubahan peta musik Indonesia. Hip hop memperoleh ruang yang semakin spesifik setelah jumlah karya dan pelakunya berkembang, sementara musik etno dan pesta Timur mendapat wadah lebih besar untuk menjangkau panggung nasional. Hipdut juga mulai memperoleh pengakuan melalui kategori produksi meskipun statusnya sebagai genre tersendiri masih dikaji. AMI akan terus mengamati perkembangan karakter dan jumlah karya sebelum menentukan perubahan kategorisasi pada masa mendatang. Dengan pendekatan tersebut, sistem penghargaan diharapkan tetap mampu mengikuti dinamika kreativitas musisi Indonesia tanpa terburu-buru menetapkan setiap tren baru sebagai genre.